Review produk ini sebelumnya telah dipublikasikan di sini. Supermicro 1023US-TR4 adalah server 1U yang dirancang untuk organisasi yang mencari solusi kelas atas di lingkungan yang dapat memanfaatkan daya komputasi yang padat seperti virtualisasi dan cloud computing. 1024US-TR4 dilengkapi dengan motherboard H11DSU-iN, yang memiliki fitur dukungan soket ganda untuk prosesor seri AMD EPYC dan SDRAM ECC DDR4 3200MHz teregistrasi hingga 8TB melalui slot 32 DIMM. CPU EPYC 7002 jelas merupakan pilihan yang baik untuk server ini, karena CPU yang digerakkan oleh kinerja ini dirancang khusus untuk aplikasi perusahaan, lingkungan komputasi virtual dan cloud, infrastruktur yang ditentukan software, komputasi dengan performa tinggi, dan aplikasi analisa data. CPU juga merupakan peningkatan yang signifikan dari model sebelumnya, karena kami melihatnya mendominasi tolok ukur kinerja di banyak sistem di data center kami. Dari segi penyimpanan, Supermicro 1023US-TR4 memiliki empat ruang drive Hot-swap 3,5 yang dapat dilengkapi dengan SATA, SAS, atau NVMe. Kombinasi bay 3,5″ dan NVMe agak aneh, tetapi Supermicro memiliki kecenderungan untuk membuat build sistem yang menarik / fleksibel. Dalam hal ini, Supermicro berasumsi bahwa pengguna mungkin ingin menggabungkan beberapa campuran flash berkecepatan tinggi dan HDD, atau mereka hanya menawarkannya dalam konfigurasi SSD NVMe 3,5 inci karena mereka bisa. Itu cukup bagus untuk kami. Mereka memang menawarkan platform 1U NVMe yang lebih padat di 1124US-TNRP, yang menawarkan selusin bay NVMe 2.5. Kedua sistem adalah bagian dari keluarga A + Ultra dari Supermicro. Pengguna juga dapat menambahkan hingga dua M.2 SSD untuk boot drive tergantung pada konfigurasi riser PCIe, baik dalam varian SATA atau NVMe. Supermicro menggunakan empat port Gigabit LAN melalui Intel i350AM4 on board dan memiliki empat slot kartu ekspansi melalui PCI-E x16 (dua FH / 9,5 ″ L) dan PCI-E x8 (satu LP, dan satu slot LP kepemilikan internal). Konektivitas juga mencakup port LAN IPMI khusus RJ45, tiga port USB 3.0 (salah satunya adalah Tipe A), dan port VGA. Selain itu, 1023US-TR4 menggunakan 1000W dengan PMBus dalam PSU redundan untuk memberi daya pada server. Build kami terdiri dari CPU AMD EPYC 7742, 16 x 32GB DDR4-3200 RAM (dengan total 512GB), empat Micron 9200 NVMe SSD (3.8TB). Spesifikasi Supermicro 1023US-TR4 Processor/Chipset CPU Dual AMD EPYC 7001/7002 series Processors ( Board revision 2.x required) Socket SP3 Supports CPU cTDP up to 280W Cores Up to 32 Cores (Board revision 1.x + 7001 Processors) Up to 64 Cores (Board revision 2.x + 7002 Processors) Chipset System on Chip (SoC) Note Certain CPUs with high TDP higher than 225W may be supported only under specific conditions. Please contact Supermicro Technical Support for additional information about specialized system optimization System Memory Memory Capacity 32 DIMM slots Supports up to 4TB Registered ECC DDR4 2666MHz SDRAM (7001 Processors) Supports up to 8TB Registered ECC DDR4 3200MHz SDRAM (Board revision 2.x required + 7002 Processors) 8-channel memory bus Memory Type DDR4 2666 MHz Registered ECC, 288-pin gold-plated DIMMs (7001 Processors) DDR4 3200 MHz Registered ECC, 288-pin gold-plated DIMMs (Board revision 2.x required + 7002 Processors) DIMM Sizes 4GB, 8GB, 16GB, 32GB, 64GB, 128GB, 256GB (Board revision 2.x required + 7002 Processors) Memory Voltage 1.2V Error Detection Corrects single-bit errors Detects double-bit errors (using ECC memory) On-Board Devices VGA ASPEED AST2500 BMC Expansion Slots 1U 2 PCI-E x16 (FH/HL 9.5″) slots 2 PCI-E x8 slots (1 LP, 1 internal proprietary LP slot) Input / Output SATA 4 SATA3 (6 Gbps) ports LAN Quad Gigabit LAN ports 1 RJ45 Dedicated IPMI LAN port USB 3 USB 3.0 ports (2 rear + 1 Type A) VGA 1 VGA port SAS 4 SAS3 ports support via optional Add-on Card NVMe 4 NVMe support with optional cables Others 1 COM port (rear) 2 SATA DOM power connector TPM 1.2 header System BIOS BIOS Type AMI 128Mb SPI Flash EEPROM BIOS Features Plug and Play (PnP) DMI 2.3 PCI 2.2 ACPI 5.1 USB Keyboard Support SMBIOS 3.1.1 Form Factor 1U Model CSE-819UTS-R1K02P-T Dimensions Height 1.7″ (43mm) Width 17.2″ (437mm) Depth 29″ (737mm) Weight Net Weight: 26 lbs (11.8 kg) Gross Weight: 41 lbs (18.6 kg) Front Panel Buttons Power On/Off button System Reset button LEDs Power LED Hard drive activity LED 2x Network activity LEDs System Overheat LED / Fan fail LED /UID LED Drive Bays Hot-swap Four 3.5″ Hot-swap drive bays Backplane HDD Backplane Supports 4 SATA3 or 4 NVMe or 4 SAS3 HDD System Cooling Fans 8 heavy-duty PWM fans with optimal fan speed control Air Shroud 2 Air Shroud Power Supply 1000W Redundant Power Supplies with PMBus Total Output Power 800W/1000W Dimension (W x H x L) 73.5 x 40 x 203 mm Input 100-127Vac / 9.8 – 7A / 50-60Hz 200-240Vac / 7 – 5A / 50-60Hz 200-240Vdc / 7 – 5A (for CCC only) +12V Max: 66.7A / Min: 0A (100-127Vac) Max: 83A / Min: 0A (200-240Vac) Max: 83A / Min: 0A (200-240Vdc) 12Vsb Max: 2.1A / Min: 0A Output Type 25 Pairs Gold Finger Connector PC Health Monitoring CPU Monitors CPU Core Voltages, +12V, +3.3V, +5V, +5V standby, 3.3V standby, VBAT CPU switching voltage regulator FAN Up to 8-fan status tachometer monitoring Up to eight 4-pin fan headers Status monitor for speed control Pulse Width Modulated (PWM) fan connectors Temperature Monitoring for CPU and chassis environment CPU Thermal Trip Support Thermal control for 8x Fan connectors I2C Temperature Sensing Logic LED CPU / System Overheat LED Other Features Chassis Intrusion Detection Chassis Intrusion Header Operating Environment / Compliance RoHS RoHS Compliant Environmental Spec. Operating Temperature: 10°C to 35°C (50°F to 95°F) Non-operating Temperature: -40°C to 70°C (-40°F to 158°F) Operating Relative Humidity: 8% to 90% (non-condensing) Non-operating Relative Humidity: 5% to 95% (non-condensing) Desain dan Bangun Supermicro 1023US-TR4 1023US-TR4 adalah server 1U yang dirancang untuk aplikasi padat. Seperti kebanyakan server Supermicro, server ini juga menggunakan desain sistem rel tanpa alat. Sasis dapat dipasang ke rak server tanpa banyak usaha, karena setiap ujung rel luar memiliki braket dengan pasak persegi yang dengan mudah masuk ke lubang pemasangan rak server. Bagian depan server memiliki panel kontrol di sebelah kanan, yang memiliki tombol power on / off dan reset, dan enam LED: Power, HDD, 2x NIC, status informasi, dan indikator UID. Konektivitas di bagian…
Category: Blog
Server Virtual Atau Server Fisik?
Berbicara tentang penyimpanan khususnya server, ada beberapa hal yang membuat dilema apa harus menggunakan server fisik, cloud atau VPS saja. Organisasi atau perusahaan besar membutuhkan solusi pemrosesan dan penyimpanan yang aman, andal serta berkinerja tinggi baik untuk data maupun aplikasi yang dimiliki. Berdasarkan survey dari prioritas Chief Information Officer (CIO) topic pemulihan serta kelangsungan bisnis, layanan cloud serta budgeting merupakan topic utama yang menjadi focus dalam dunia program IT. Dalam dunia bisnis saat ini, tim manajemen IT ditugaskan untuk menemukan pemrosesan data yang hemat biaya dan solusi penyimpanan yang menyeimbangkan antara kebutuhan organisasi. Hal ini berkaitan juga dengan mitigasi risiko, maintenance pada data, dan dalam banyak kasus, termasuk terbiasa dengan perkembangan teknologi kebutahan pada masa pandemi. Keseimbangan ini membutuhkan pandangan baru ataupun pemikiran kedua untuk memilih apakah harus menggunakan server fisik, cloud ataupun VPS. Server Virtual Private Servers (VPS) Anda pernah mendengar VPS? Saat ini banyak perusahaan teknologi menggunakan VPS sebagai solusi server terbaik dalam hal efisiensi. Virtual Private Server (VPS) merupakan salah satu server yang menggunakan teknologi virtualisasi untuk membagi hardware server fisik menjadi beberapa server virtual, meskipun menggunakan hosting pada infrastruktur fisik yang sama. Banyaknya penggunaan VPS ini menjadi pertanyaan umum, bagaimana sebenarnya virtualisasi server yang dilakukan? Menggunakan pihak ketiga apa dan bagaimana memastikan keamanan server VPS yang kita gunakan? Pada dasarnya, metode keamanan VPS ini menggunakan isolasi situs website, akses root dan juga aplikasi keamanan pihak ketiga. Pada artikel qServer kali ini, kita akan membahas bagaimana system virtualisasi server menggunakan hypervisor untuk memastikan keamanan tersebut. Apa itu Hypervisor untuk keamanan VPS, dan bagaimana kombinasi proses yang dilakukan oleh hypervisor pada hardware dan software pada server sebagai mesin virtual yang digunakkan. Manfaat Hypervisor dan Virtualisasi Untuk Keamanan VPS Ada beberapa manfaat hypervisor pada penggunaan VPS. Berikut beberapa poin yang akan tim qServer rangkum Melakukan Isolasi Salah satu fungsinya yakni sebagai virtual Machine (VM). Kembali pada konsep awal VPS yang melakukan pembagian virtual server. Hal ini juga menjadi hal yang baik bagi pembagian ruang pada situs website. Mengapa? Ruang ini menjadi lokasi isolasi masing-masing pada situs website. Bayangkan jika salah satu website mengalami gangguan keamanan, mengharuskan dilakukannya isolasi, namun tidak menggunakan VPS, maka situs website lain pun akan terganggu. Dalam metode share hosting yang tidak adanya isolasi, jika salah satu situs website memiliki keamanan yang lemah, maka akan ada efek buruk pada seluruh situs website lain. Hypervisor pada VPS akan membantu proses isolasi, jadi jikas situs website berhasil diserang maka hanya situs website tersebut yang terpengaruh. Pro dan Kontra Server Virtual Virtualisasi sama hal nya dengan server cloud yang menggunakan jasa hosting dengan menawarkan layanan cloud yang aman. Kelebihan virtual server memang salah satunya yakni budgeting biaya diawal yang lebih rendah karena tidak perlu membeli perangkat server fisik. Selain itu server virtual juga memiliki potensi biaya dengan masa pakai yang lebh rendah pada maintenance dan konfigurasi. Selain itu biasanya layanan virtual server memiliki services yang akan membantu proses konfigurasi serta pemeliharaan. Namun, Anda perlu mengeluarkan budget bulanan maupun tahunan, serta Anda harus lebih sering berkonsultasi dengan penyedia layanan untuk memastikan kompatibilitas dengan aplikasi yang Anda akan gunakan. Selain itu Anda tidak memiliki akses secara penuh untuk proses pengendalian server fisik, karena system share hosting yang diberikan. Server Fisik Penggunaan server fisik memang kelebihan utamanya yakni Anda memiliki sepenuhnya server dan dapat digunakan, dikelola, dan dipelihara secara penuh dalam perusahaan Anda. Secara sederhana, server fisik dapat Anda gunakan sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan Anda, baik konfigurasi, spesifikasi dan kebutuhan bisnis Anda. Namun, kekurangan penggunaan server fisik mengharuskan Anda untuk budgeting lebih besar di awal untuk pembelian server, maintenance maupun penggantian server jika ada kerusakan. Selain itu Anda juga perlu melakukan penyewaan kontraktor ataupun vendor untuk mendapatkan bantuan jika terjadi kesalahan konfigurasi, serta kerusakan fatal yang tidak dapat Anda atasi. Apa Pilihan Terbaik Diantara Keduanya? Menurut Spiceworks, lebih dari 50% organisasi bisnis yang berjalan saat ini berharap menggunakan visrtualisasi penyimpanan atau virtual server. Lalu mana yang lebih baik menggunakan server virtual atau fisik? Berikut beberapa factor pertimbangan yang dapat Anda pastikan sebelum melakukan pembelian menurut qServer. Anggaran Biaya Anda memiliki cukup budget untuk membeli hardware atau hanya penyewaan saja? Jika Anda memiliki budget lebih, Anda dapat melakukan investasi melalui pembelian server fisik, namun tidak menutup kemungkinan juga menggunakan server virtual. Penggunaan server fisik tidak membutuhkan budget bulanan untuk penyewaan, namun budget untuk pemeliharaan. Jika Anda menggunkan virtual. Anda harus membayar sewa bulanan atau tahunan. Efektifitas Kerja Terlepas dari opsi yang Anda pilih, memahami sepenuhnya kebutuhan bisnis Anda sangatlah penting. Vendor virtualisasi yang tepat dapat membantu memandu Anda melalui proses memahami data, aplikasi, dan proses mana yang paling penting bagi operasi dan kesehatan perusahaan Anda. Kelangsungan Usaha Karena server virtualisasi terletak di luar lokasi, Anda memiliki keuntungan langsung dalam hal pemulihan bencana. Dalam banyak kasus, vendor dengan perencanaan mitigasi risiko yang tepat dapat meningkatkan perencanaan kelangsungan bisnis Anda secara signifikan. Pertimbangkan kemampuan perusahaan Anda untuk mentolerir kehilangan aset atau periode tidak tersedianya data saat Anda membuat keputusan untuk menggunakan server fisik. Mitigasi Resiko Mitigasi risiko pada akhirnya tergantung pada konfigurasi server khusus atau virtual Anda. Jika beban kerja seluruh perusahaan Anda tidak seimbang, alias hanya mengandalkan satu server fisik/ virtual yang terletak pada perusahaan Anda. Maka jika terjadi kegagalan, perusahaan tidak dapat bekerja secara maksimal. Dalam banyak kasus, perusahaan dapat mengurangi risiko secara signifikan dengan beralih ke vendor virtualisasi yang menawarkan perlindungan yang sesuai, serta memikirkan solusi terhadap kegagalan perangkat keras dan pencadangan baik di dalam maupun di luar lokasi. Keamanan Informasi Keamanan server fisik atau virtual Anda sangat bergantung pada konfigurasi, pengetahuan staf, dan lingkungan. Sama seperti mitigasi risiko, faktor-faktor ini dapat sangat bervariasi tergantung pada kebutuhan unik bisnis dan sumber daya internal. Bagi Anda organisasi atau perusahaan yang memiliki budget kecil, beralih ke virtualisasi dapat menawarkan keuntungan yang signifikan dalam perlindungan keamanan. Ruangan dan Lingkungan Jika Anda memutuskan membeli server fisik, Anda harus memastikan kesehatan lingkungan untuk penyimpanan server baik itu sirkulasi udara, kebersihan dan luas. Jika Anda tidak memiliki cukup ruangan untuk menyimpan dan mempertahankan kontrol suhu…
Server Infrastructure Guide
Memutuskan infrastruktur apa yang akan digunakan pada aplikasi Anda bukanlah sesuatu yang mudah. Sejumlah besar faktor penentu perlu dipertimbangkan seperti biaya, kelincahan, fleksibilitasm stabilitas, ketersediaan dan lain sebagainya. Selain itu memutuskan penggunaan infrastruktur server juga bergantung pada ukuran dan bentuk bisni yang Anda kelola. Tim qServer Indonesia akan memberikan sedikit gambaran sebagai panduan pemilihan infrastruktur server. Latar Belakang Aplikasi modern multi-tier. Aplikasi terdiri dari tiga lapisan utama –presentasi, logika , dan data. Namun, bisa ada lebih banyak tingkatan tergantung pada jenis aplikasi apa yang akan Anda gunakan atau Anda buat. Lapisan presentasi merupakan lapisan paling dekat dengan pengguna aplikasi yang terdiri dari GUI yang akan digunakan oleh pengguna untuk melakukan akses pada aplikasi. Lapisan logika aplikasi, berhubungan dengan aturan maupun kondisi bisnis yang akan iintegrasi dengan aplikasi. Aktivitas yang akan dilakukan, pengambilan keputusan akan dilakukan pada lapisan ini yang merupakan bagian dari aplikasi. Dan lapisan terakhir yakni lapisan data. Lapisan ini bertanggung jawab untuk penyimpanan sementara atau persisten dari data yang dihasilkan ataupun yang dikonsumsi oleh aplikasi saat melayani pengguna. Inilah mengapa infrastruktur aplikasi dinyatakan Aplikasi modern multi layer. Syarat Infrastruktur Server Lapisan aplikasi yang berbeda memiliki persyaratan infrastruktur yang berbeda pula. Berbagai jenis aplikasi memerlukan tingkat keamanan, ketersediaan serta fitur skalabilitas yang berbeda. Banyak kebutuhan bisnis lainnya menentukan jenis pengaturan infrastruktur yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis yang dikelola. Ada beberapa faktor penentu, ada beberapa yang memilih pada penggunaan cloud computing route, lain mungkin lebih memilih pada colocation facilities atau lebih memilih create pusat data sendiri. Hal ini bergantung pada apa yang dipilih, dibutuhkan serta sumber daya yang disiapkan untuk memilihara infrastruktur IT, jaringan, firewall, IDS, maupun server aplikasi database. Infrastruktur TI Untuk mengurus operasi TI, Anda harus memilih untuk menggunakan satu set teknologi yang fiturnya di atas yang lain / lebih canggih. Misalnya, untuk mengelola pengguna internal, Anda dapat menggunakan layanan direktori seperti Active Directory, Azure AD, atau layanan direktori pihak ketiga. Jika ingin lebih sederhana, dimulai dengan dasar-dasar seperti pengaturan internet dengan menggunakan WiFI dan VPN, akses ke aplikasi seperti Microsoft Office, E-mail, Zoom, Slack, dll., harus dikelola secara terpusat. Tim pengelola akan melakukan akses ke sumber daya dan lisensi perusahaan, sedangkan untuk divisi pengembangan diperlukan software repository standard yang diperbaharui secara berkala. Ini akan sangat penting bagi tim pengembang, serta analis pada organisasi. Sejumlah solusi TI diterapkan untuk mengelola sumber daya TI secara efektif di tingkat organisasi. Pengaturan infrastruktur TI yang terpusat dan terorganisir dengan baik menjamin kepatuhan dan mengurangi kesulitan dalam membantu audit eksternal. Infrastruktur Jaringan Infrastruktur jaringan merupakan tulang punggung bisnis khususnya yang berbasis internet. Sebelum tim dukungan TI dapat mengelola akses internet, bisnis membutuhkan penyedia layanan internet (ISP) dengan jalur cadangan jaminan keamanan dan privasi yang adil dengan menyiapkan firewall jaringan, VPN, dan mengamankan fasilitas server secara fisik. Hal ini diharuskan dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh komponen infrastruktur di dalam fasilitas server serperti server file, perangkat jaringan, penyimpanan data, komponen jaringan, media transmisi seperti kabel serat optic, sakelar, router dsb., serta hardware yang harus diamankan. Selain itu, suatu organisasi bisnis juga memiliki harapan terhadap ketersediaan infrastruktur internet. Oleh karena itu, profesional pusat data juga harus berupaya mempertahankan SLA dengan mendapatkan saluran internet yang bagus, cadangan daya, serta mekanisme pendinginan untuk fasilitas tersebut. Selain itu, mereka harus mempertahankan sumber daya jaringan yang terpasang dan komponen jaringan yang merupakan bagian dari infrastruktur jaringan. Infrastruktur Aplikasi Tiga tingkatan arsitektur aplikasi memerlukan berbagai jenis sumber daya infrastruktur. Server aplikasi memiliki serangkaian kebutuhan komputasi, memori, dan jaringan yang berbeda dari server penyimpanan. Hal yang sama berlaku untuk penyimpanan (cache) dalam memori yang cepat, server proxy, antrian pesan, mesin visualisasi, mesin MPP (Massively Parallel Processing). Persyaratan menentukan jenis disk penyimpanan apa yang akan digunakan, jenis media transmisi apa yang sesuai, jumlah memori yang cukup untuk kasus penggunaan apa pun yang akan dibutuhkan dan digunakan. Jenis Infrastruktur Ada beberapa cara untuk menyebarkan dan memelihara infrastruktur server. Anda dapat membuat infrastruktur server Anda menjadi dapat dikomposisi, hiper-konvergen, tidak dapat diubah, dan sebagainya. Pilihannya bukan salah satu. Anda dapat memilih kombinasi dari dua atau lebih metodologi selama pada prinsipnya tidak saling bertentangan. Keputusan untuk memilih satu metodologi daripada yang lain biasanya melibatkan banyak faktor seperti jenis virtualisasi yang dibutuhkan aplikasi Anda, sistem operasi, jenis sistem pemrosesan yang diperlukan, dan sebagainya. Alat dan Teknologi Infrastruktur Keputusan untuk menggunakan jenis infrastruktur tertentu juga berdampak pada alat dan teknologi yang tersedia untuk mengelola infrastruktur. Alat dan teknologi ini menjadi bagian dari tumpukan teknologi setelah keputusan dibuat. Keputusan ini pastikan sudah mempertimbangkan manajemen konfigurasi, penyediaan infrastruktur, virtualisasi, dan sebagainya. Memilih Infrastruktur Server Memilih infrastruktur server terdiri dari sejumlah keputusan yang berbeda. Salah satu keputusa pertama yakni menentukan apakah anda menggunakan cloud computing, dedicated servers, atau colocation facility. Infrastruktur jaringan, penyimpanan data, komputasi, dan sumber daya memori juga menjadi salah satu pertimbangan untuk memilih infrastruktur. Selain itu, Anda juga harus memutuskan bagaimana mengelola semua sumber daya infrastruktur tersebut. Dari infrastruktur TI dasar untuk mengaktifkan dukungan, dan operasi TI untuk mengelola sumber TI hingga mengelola infrastruktur jaringan di ruang server pusat data. Faktor besar dalam proses pengambilan keputusan adalah biaya untuk pengadaan dan pemeliharaan infrastruktur server. Sebelum membuat keputusan jangka panjang, penting untuk memahami berapa biaya menjalankan server. Tim qServer Indonesia, menyediakan berbagai macam jenis server yang Anda butuhkan sesuai dengan budget / biaya yang Anda siapkan. Hubungi tim qServer Indonesia untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.
Tiga Alasan Baru Menggunakan PowerScale OneFS untuk Menangani Data Tidak Terstruktur
Artikel ini diterjemahkan dari blog Dell Technologies. Diperkirakan bahwa data tidak terstruktur (file atau objek) sering kali menyumbang hampir 80% jejak data suatu organisasi. Jumlah data tersebut diharapkan tumbuh dari tahun ke tahun dan semakin tersebar di seluruh data center inti dan cloud, menyebabkan kompleksitas yang signifikan bagi pelanggan. Pikirkanlah – semakin banyak bisnis yang melihat opsi hybrid dan multi-cloud yang menyediakan kemampuan otomatisasi dan manajemen yang disederhanakan. Organisasi mencari solusi yang memberikan kinerja yang dibutuhkan untuk memanfaatkan data mereka guna mempercepat hasil. Dan kami tentu telah melihat peningkatan kebutuhan akan alat fleksibel yang mendukung berbagi / kolaborasi pengguna di mana pun datanya berada. Dell EMC PowerScale, platform NAS scale-out kami yang terdepan di industri, diandalkan oleh ribuan organisasi untuk memenuhi kebutuhan data tidak terstruktur mereka untuk manajemen, kinerja, dan fleksibilitas yang disederhanakan – di edge, core, atau cloud. Rilis PowerScale OneFS 9.1 hari ini, kekuatan di balik sistem penyimpanan PowerScale kami, menawarkan beberapa fitur baru yang selanjutnya dibangun di atas kemampuan ini, termasuk: Manajemen yang disederhanakan Dalam menghadapi peningkatan ancaman, dukungan perangkat lunak anti-virus berbasis CAVA yang disederhanakan, dapat diskalakan, dan kuat yang kompatibel dengan semua vendor antivirus terkemuka. Memperingatkan data tingkat node dan seluruh cluster yang dapat dikonfigurasi dengan perincian yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Cadangan telah ditingkatkan secara signifikan untuk menyertakan kemampuan memulai ulang lanjutan yang menyediakan pencadangan lebih cepat dan meningkatkan tujuan RPO dan RTO. Peningkatan waktu kerja cluster, yang diaktifkan dengan deteksi dan resolusi node atau sumber daya yang lebih cepat. Performa lebih cepat OneFS 9.1 dioptimalkan untuk memberikan kinerja maksimum untuk beban kerja yang fleksibel. Perangkat lunak CloudPools telah dioptimalkan lebih jauh untuk memberikan hasil yang lebih cepat dan latensi yang lebih rendah untuk mengingat data bertingkat dari cloud dengan mulus. Pengujian internal juga menunjukkan bahwa dimungkinkan untuk memiliki akses data yang lebih cepat untuk data NFS terenkripsi untuk beberapa beban kerja. Peningkatan fleksibilitas OneFS memungkinkan beberapa PB penyimpanan untuk dikelola oleh satu admin. OneFS 9.1 menghadirkan lebih banyak fitur seperti manajemen log audit yang fleksibel dan pembersihan untuk memenuhi kebutuhan keamanan, kepatuhan, dan bisnis. Fleksibilitas dalam pengaturan enkripsi yang dapat dikonfigurasi dari lalu lintas yang direplikasi SyncIQ memberikan kontrol yang sangat baik kepada admin. Dell Technologies berada di garis depan dalam menyimpan, mengakses, mengambil, dan mengelola file dalam skala petabyte. Jadi, jika Anda ingin menurunkan biaya TI Anda, maksimalkan efisiensi penyimpanan dan tahan penyimpanan Anda di masa depan untuk beban kerja yang muncul pada platform yang dapat menskalakan kapasitas atau kinerja secara linier sesuai kebutuhan – kami mendorong Anda untuk memeriksa sistem penyimpanan PowerScale kami dan OneFS 9.1. Rilis baru dari perangkat lunak yang ditentukan OneFS 9.1 dirancang untuk memberi Anda fleksibilitas yang dapat membantu melakukan lebih banyak hal dengan data tidak terstruktur Anda – apakah itu di data center edge, inti, atau cloud. Apakah Anda siap untuk keluar bersama kami? Anda akan senang telah melakukannya. Apabila Anda tertarik, silakan hubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai produk ini. Tim kami akan menghubungi Anda dan memberikan pelayanan terbaik. Jangan ragu untuk menghubungi kami!