Dr. Tom Bradicich menjelaskan bagaimana HPE Edgeline EL8000 Converged Edge System membantu menghadirkan layanan telekomunikasi baru yang memanfaatkan pertumbuhan masif data real-time.
Poin penting dalam artikel ini
-
Pada tahun 2025, data real-time akan mewakili hampir 30% dari total volume data global sebesar 175 zettabyte.
-
Untuk mengubah data tersebut menjadi kecerdasan dan tindakan, kita harus memprosesnya di tempat data itu diciptakan — langsung di edge.
-
Pada Mobile World Congress tahun ini, HPE memperkenalkan platform edge baru untuk memaksimalkan potensi edge telekomunikasi.
Kita sedang berada di ambang generasi baru
Berbeda dari lagu “My Generation” milik The Who, generasi yang satu ini memang akan menciptakan sensasi besar.
Inilah generasi kelima teknologi komunikasi: 5G.
5G membawa potensi besar untuk mengubah cara kita hidup dan bekerja. Namun yang lebih penting, 5G membuka jalan menuju dunia yang memiliki “3 CPs”:
-
Perpetual connectivity – konektivitas tanpa henti
-
Pervasive computing – komputasi yang hadir di mana-mana
-
Precision control – kontrol presisi terhadap perangkat dan sistem
Bayangkan dunia di mana semua hal dapat menghasilkan data, berkomunikasi, dan dikelola secara efisien.
IDC memprediksi lebih dari 150 miliar perangkat akan terhubung secara global pada 2025. Data real-time diperkirakan menjadi hampir 30% dari seluruh data global. Dari 33 zettabyte pada 2018, Datasphere global akan mencapai 175 zettabyte pada 2025.
Kesempatan besar dalam data — tetapi kita harus memprosesnya di edge
Data dalam jumlah besar ini menyimpan peluang luar biasa. Namun untuk mengubah data edge menjadi kecerdasan dan tindakan, banyak dari data itu harus diproses langsung di titik penciptaannya. Mengirim semua data ke cloud atau pusat data:
-
terlalu lambat,
-
terlalu mahal,
-
tidak dapat diandalkan,
-
atau tidak cukup aman.
Hal yang sama berlaku untuk communication service providers (CSPs) yang ingin menghadirkan layanan baru berbasis data real-time dan latensi ultra-rendah. Edge menjadi titik hambatan utama bagi CSP yang ingin sukses dalam era ini.
Industri telekomunikasi telah mengalami transformasi besar—CSP beralih dari penyedia konektivitas menjadi penyedia layanan digital. Untuk itu, jaringan telekomunikasi harus berpindah dari teknologi proprietary menuju infrastruktur IT standar terbuka yang menjalankan fungsi jaringan ter-virtualisasi.
Selain menghemat biaya, pendekatan ini memberikan fleksibilitas dan kecepatan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan bisnis digital modern.
Meski begitu, masih ada satu bagian yang mahal dan kaku: telecommunications edge.
Langkah besar selanjutnya: standar IT terbuka di edge
Langkah berikutnya dalam transformasi CSP adalah adopsi sistem standar IT yang kuat di edge.
Aplikasi seperti:
-
virtual Radio Access Networks (vRAN)
-
virtual Cable Modem Termination Systems (vCMTS)
dapat berjalan berdampingan dengan aplikasi lain yang sebelumnya hanya bisa dijalankan di pusat data.
Pada Mobile World Congress tahun ini (Hall 3, booth 3E11), HPE memperkenalkan platform edge baru untuk mempercepat perjalanan transformasi tersebut:
HPE Edgeline EL8000 Converged Edge System
Platform ini berbasis standar terbuka dan menawarkan kemampuan manajemen jarak jauh kelas enterprise, dirancang untuk mengatasi keterbatasan sistem proprietary yang saat ini banyak dipakai CSP.
HPE Edgeline EL8000 menawarkan:
-
Biaya lebih rendah
-
Ekosistem terbuka yang besar
-
Performa tinggi dan latensi ultra-rendah
-
Cocok untuk layanan digital real-time yang menuntut intensitas data tinggi
-
Kompak, tangguh, hemat energi
-
Optimal untuk lokasi edge yang ekstrem
-
Serviceability dan remote management yang dioptimalkan untuk edge
Kolaborasi industri yang mempercepat adopsi
Nilai proposisi yang kuat dari EL8000 dibuktikan oleh kerja sama Samsung dan Tech Mahindra dengan HPE, untuk membantu CSP mempercepat kesiapan 5G dan memastikan transisi mulus dari 4G ke 5G.
Masa depan edge: konvergensi komunikasi dan IT
Konvergensi antara komunikasi dan teknologi IT standar menunjukkan bagaimana edge harus diciptakan ulang untuk memungkinkan:
-
efisiensi operasional,
-
pengalaman pelanggan baru,
-
dan model bisnis modern.
Hal ini mirip dengan perkembangan sektor otomotif, manufaktur, dan mesin industri, di mana teknologi operasional (OT) mulai bergabung dengan arsitektur IT edge-to-cloud terbuka.
Transformasi ini benar-benar besar—mendefinisikan ulang seluruh sektor ekonomi dan masyarakat, menciptakan dunia yang edge-centric, cloud-enabled, dan data-driven.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Qserver indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Qserver.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
