HPE Mencatat Pertumbuhan Server 35% di Era AI
Dunia teknologi sedang mengalami transformasi besar seiring masifnya adopsi kecerdasan buatan (AI). Kabar terbaru menunjukkan bahwa HPE Mencatat Pertumbuhan Server 35% pada kuartal ketiga fiskal 2026. Angka fantastis ini membuktikan bahwa peran server tradisional masih sangat krusial bagi perusahaan.
Pendapatan HPE mencapai US$12,2 miliar, sebuah peningkatan sebesar 34% secara tahunan (year-over-year). Secara khusus, lini bisnis server memberikan kontribusi besar dengan pendapatan sebesar US$6,8 miliar. Pencapaian ini menegaskan bahwa strategi HPE dalam menyeimbangkan infrastruktur tradisional dan AI sudah tepat sasaran.
Permintaan Server untuk Implementasi AI Terus Meningkat
Saat ini, banyak perusahaan telah bergeser dari tahap eksperimen AI menuju implementasi produksi nyata. Fenomena ini memicu lonjakan permintaan infrastruktur yang mumpuni. HPE melihat bahwa pelanggan tidak hanya membutuhkan GPU, tetapi juga server tangguh untuk berbagai beban kerja kritis.
HPE mencatat bahwa server tradisional tetap menjadi tulang punggung untuk beberapa kebutuhan spesifik, seperti:
- AI inference untuk analisis real-time.
- Pengembangan Agentic AI yang otonom.
- Enterprise AI dengan standar keamanan tinggi.
- Workload AI on-premise yang efisien.
- Analitik data bisnis untuk pengambilan keputusan cepat.
Peningkatan harga jual rata-rata (ASP) pada server HPE juga berperan dalam menjaga profitabilitas. Langkah ini berhasil mengimbangi tantangan terbatasnya unit akibat kendala rantai pasokan global.
AI Inference dan Peran Strategis Server
Salah satu pendorong utama pertumbuhan HPE adalah pergeseran fokus menuju AI inference. Setelah kuartal berakhir, HPE bahkan mengamankan kontrak server bernilai miliaran dolar dari pelanggan hyperscaler. Kontrak ini secara khusus dirancang untuk menangani operasional AI dalam skala masif.
Banyak perusahaan kini menggunakan AI untuk analitik pasar, trading insights, hingga workload agentic AI. Penggunaan infrastruktur on-premise menjadi pilihan strategis untuk menekan biaya operasional. Terutama, perusahaan ingin menghindari biaya token yang mahal pada layanan AI berbasis public cloud.
Mengapa Infrastruktur On-Premise Tetap Relevan?
Meskipun cloud sangat populer, banyak bisnis tetap memilih server on-premise seperti HPE ProLiant. Ada beberapa alasan mendasar mengapa model ini tetap mendominasi di tingkat enterprise. Pertama, kontrol data yang jauh lebih ketat memberikan rasa aman bagi industri sensitif seperti keuangan atau medis.
Selanjutnya, infrastruktur on-premise menawarkan latensi rendah yang sangat dibutuhkan oleh aplikasi berbasis AI. Prediktabilitas biaya juga menjadi faktor kunci bagi manajemen keuangan perusahaan. Integrasi yang lebih mulus dengan sistem enterprise yang sudah ada membuat server lokal menjadi pilihan yang sangat logis dan berkelanjutan.
Tantangan Rantai Pasokan dan Prospek Masa Depan
Pertumbuhan permintaan yang sangat tinggi tentu membawa tantangan tersendiri bagi HPE. Saat ini, kebutuhan pasar jauh melampaui kapasitas produksi yang tersedia. Komponen seperti memory, NAND, CPU, dan drive menjadi barang langka yang membatasi pengiriman unit.
Sebagai respon, HPE telah melakukan perjanjian pasokan jangka panjang. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu (lead time) bagi pelanggan. Dengan optimisme yang tinggi, HPE bahkan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan fiskal 2026 hingga mencapai 37%. Mereka yakin bahwa adopsi enterprise AI akan terus berlanjut hingga tahun fiskal 2027.
Kesimpulan
Perkembangan terbaru HPE membuktikan bahwa server enterprise tetap menjadi fondasi utama di era AI. Kemampuan perusahaan untuk menjalankan AI inference dan agentic AI secara on-premise menjadi kunci efisiensi bisnis modern. Bagi perusahaan yang berencana mengadopsi teknologi AI secara matang, memilih infrastruktur yang tepat adalah investasi strategis untuk jangka panjang.
Qserver Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Qserver. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
