CEO Antonio Neri membagikan bagaimana HPE dan Forum Ekonomi Dunia mengumpulkan para pemimpin global untuk membantu mengatasi kelaparan dunia pada tahun 2030
Dalam artikel ini:
Bekerja sama dengan World Economic Forum, HPE meluncurkan kolaborasi terbuka baru yang bertujuan menyatukan para pemikir terbaik dari dunia teknologi, industri, dan pemerintahan untuk mendorong perubahan sosial yang berarti pada tahun 2030.
Inisiatif ini bernama Tech Impact 2030, dan akan fokus pada tantangan sosial utama yang dihadapi masyarakat global — dimulai dari upaya membantu mengatasi kelaparan dunia pada tahun 2030.
“Bagaimana jika…”
Sebagai seorang teknolog, saya selalu berpikir bahwa itu adalah dua kata paling penting dalam kosakata kita. Kita sering mendengarnya sepanjang sejarah. Kata-kata itu adalah percikan awal yang menginspirasi berbagai inovasi, dari masa awal umat manusia hingga hari ini.
Namun, akan tiba waktunya ketika kita harus mempertimbangkan kata-kata itu dalam konteks yang berbeda — untuk keluar dari kenyamanan laboratorium kita yang bersih, dan mulai memikirkan bagaimana teknologi bisa digunakan untuk menghadapi tantangan nyata yang kompleks dan berantakan di dunia ini.
Bagaimana jika… kita bisa menggunakan teknologi untuk mengatasi kelaparan dunia?
Bagaimana jika… kita bisa membawa layanan kesehatan ke setiap pelosok dunia?
Bagaimana jika… kita bisa, sekali untuk selamanya, mengangkat manusia keluar dari kemiskinan?
Masalah-masalah ini tentu sangat besar dan rumit. Menyelesaikannya membutuhkan lebih dari sekadar teknologi. Diperlukan upaya terkoordinasi dari berbagai pihak — pemerintah, akademisi, bisnis dan industri, serta LSM — di seluruh dunia.
“Menyelesaikan tantangan masa depan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang terkoordinasi”
Bagaimana jika… kita bisa menjadi katalis yang memulai roda kemajuan?
Bagaimana jika pekerjaan yang kita lakukan hari ini bisa kita dorong lebih jauh untuk mencapai tujuan yang lebih besar?
Kami akan mencoba.
Hari ini, kami mengumumkan kemitraan pertama dari jenisnya dengan World Economic Forum (Forum Ekonomi Dunia).
Kami menamakannya “Tech Impact 2030”, sebuah kolaborasi terbuka yang bertujuan menyatukan para pemikir paling cemerlang dari dunia teknologi, industri, dan pemerintahan untuk mendorong perubahan sosial yang berarti hingga tahun 2030.
Untuk setiap tantangan global yang akan kami hadapi, kami akan membentuk tim pemimpin yang beragam untuk menetapkan tujuan, mengembangkan peta jalan yang dapat ditindaklanjuti, dan menyediakan sumber daya guna mencapai kemajuan yang terukur pada tahun 2030.
Dalam pengumuman ini, yang disampaikan pada Sustainable Development Impact Summit Forum di New York, kami juga mengumumkan tantangan pertama kami:
Membantu mengatasi kelaparan dunia pada tahun 2030.
Mengapa pangan?
Dengan menerapkan teknologi tercanggih yang kita miliki pada industri manusia paling kuno — pertanian — kita mungkin benar-benar bisa menyelesaikan kelaparan dunia pada tahun 2030.
Seperti yang dijelaskan oleh CTO kami, Mark Potter, dunia sedang mengalami krisis: ratusan juta orang — sekitar 1 dari 9 di seluruh dunia — menderita kekurangan gizi. Dan jika kita tidak bertindak sekarang, masalah ini hanya akan memburuk.
Menurut perkiraan PBB, jumlah penduduk dunia akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030. Dan menurut Forum, pada tahun 2050 populasi dunia yang mencapai 9,8 miliar akan membutuhkan 70% lebih banyak pangan dibandingkan yang dikonsumsi saat ini.
Teknologi digital menawarkan peluang besar untuk mempercepat transformasi sistem pangan.
Contohnya, kolaborasi kami dengan Purdue University menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat mempercepat transformasi sistem pangan dan menghasilkan manfaat nyata:
- Mengurangi penggunaan air, emisi gas rumah kaca, dan limbah makanan
- Meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani
- Mengurangi obesitas dan kekurangan gizi pada konsumen
“Teknologi digital menawarkan peluang besar untuk transformasi sistem pangan”
Dalam beberapa bulan mendatang, bersama Forum, kami akan mengumumkan tantangan tambahan di berbagai bidang seperti:
- Kesehatan
- Transportasi
- Layanan keuangan
- Manufaktur
Kami akan secara berkala mengukur dan melaporkan kemajuan kami.
Jadi itulah “apa” dan “bagaimana”. Tapi mari kita bahas juga “mengapa” dari inisiatif Tech Impact 2030 ini.
Jawaban sederhananya adalah: karena kita bisa, dan kita harus.
Di HPE, kami memiliki visi, ambisi, dan jangkauan untuk membuat perubahan nyata. Keterlibatan kami dengan mitra dari seluruh ekosistem memungkinkan dampak yang sangat besar. Kami terinspirasi oleh kemungkinan yang ada.
Bayangkan teknologi digital luar biasa yang tersedia saat ini — dan yang sudah membuat perbedaan — di antaranya:
- Kecerdasan buatan (AI)
- Pembelajaran mesin
- Blockchain
- Sistem fisik baru seperti kendaraan otonom, robotika canggih, manufaktur aditif, material mutakhir, dan nanoteknologi
- Kemajuan ilmiah seperti bioteknologi generasi berikutnya dan genomik
Kita memiliki kewajiban untuk menerapkannya, bukan hanya demi tujuan bisnis, tetapi juga untuk kebaikan bersama umat manusia.
Saya yakin Anda akan berbagi semangat saya bahwa beberapa kemajuan paling menarik dari HPE — seperti pengembangan Memory-Driven Computing — akan memainkan peran kunci dalam mengatasi tantangan big data dari teknologi-teknologi baru seperti AI, dan membuka jalan untuk perubahan yang berarti.
Kita punya alatnya — maka kita wajib mencoba.
Tujuan perusahaan kami menantang kami untuk bertindak:
“Kami menyatukan pemikir paling cemerlang untuk menciptakan solusi teknologi revolusioner yang memajukan cara manusia hidup dan bekerja.”
Adalah tanggung jawab kita untuk terus bertanya dan berupaya mencari jawabannya:
“Bagaimana jika…”
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan qserver indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi qserver.id untuk informasi lebih lanjut!
